PENGARUH PEMBELAJARAN ASYNCHRONOUS DAN ENGAGEMENT LEARNING TERHADAP MINAT ANAK-ANAK MENGIKUTI SEKOLAH MINGGU DI GSJA (GEREJA SIDANG JEMAAT ALLAH) JATIM 1 DAN GMS (GEREJA MAWAR SHARON) SURABAYA TAHUN 2021

Kiki, Ayuningtyas (2021) PENGARUH PEMBELAJARAN ASYNCHRONOUS DAN ENGAGEMENT LEARNING TERHADAP MINAT ANAK-ANAK MENGIKUTI SEKOLAH MINGGU DI GSJA (GEREJA SIDANG JEMAAT ALLAH) JATIM 1 DAN GMS (GEREJA MAWAR SHARON) SURABAYA TAHUN 2021. Masters thesis, STIPAK Malang.

[thumbnail of PENGARUH PEMBELAJARAN ASYNCHRONOUS DAN ENGAGEMENT  LEARNING TERHADAP MINAT ANAK-ANAK MENGIKUTI SEKOLAH MINGGU  DI GSJA (GEREJA SIDANG JEMAAT ALLAH) JATIM 1  DAN GMS (GEREJA MAWAR SHARON) SURABAYA TAHUN 2021] Text (PENGARUH PEMBELAJARAN ASYNCHRONOUS DAN ENGAGEMENT LEARNING TERHADAP MINAT ANAK-ANAK MENGIKUTI SEKOLAH MINGGU DI GSJA (GEREJA SIDANG JEMAAT ALLAH) JATIM 1 DAN GMS (GEREJA MAWAR SHARON) SURABAYA TAHUN 2021)
TESIS KIKI PAWESTRI AYUNINGTYAS-compressed.pdf
Restricted to Registered users only

Download (3MB)

Abstract

ABSTRAK
Kiki, 2021. Pengaruh Pembelajaran Asynchronous dan Engagement Learning
Terhadap Minat Anak-Anak Mengikuti Sekolah Minggu di GSJA
(Gereja Sidang Jemaat Allah) Jatim 1 dan GMS (Gereja Mawar
Sharon) Surabaya Tahun 2021. Tesis Jurusan Pendidikan Agama
Kristen Malang. Dosen Pembimbing: Dr. Lidia Susanti, S.P., M.P dan
Dr. Janneman R. Usmany. M.Pd.K.
Kata Kunci: Pembelajaran Asynchronous, Engagement Learning, Minat
Pendidikan sangatlah penting bagi masa depan anak-anak, termasuk juga
pendidikan nonformal seperti Sekolah Minggu. Namun, penyebaran virus Covid�19 di Indonesia telah menyebabkan terhambatnya pelaksanaan pendidikan tersebut.
Hal ini dikarenakan sekolah-sekolah termasuk Sekolah Minggu harus ditutup akibat
adanya kebijakan pemerintah tentang PSBB, physical distancing, larangan
berkumpul lebih dari 5 orang dan aturan untuk ibadah di rumah masing-masing.
Penutupan sekolah-sekolah dalam waktu yang lama tentunya dapat berdampak
buruk bagi kondisi pendidikan di Indonesia, termasuk juga berdampak pada minat
anak-anak mengikuti Sekolah Minggu. Hingga akhirnya dilakukan pembelajaran
online sebagai upaya agar proses pembelajaran tetap berlangsung. Namun,
permasalahannya tidak semua daerah memiliki jaringan internet yang baik dan
tidak semua orangtua mampu menyediakan kebutuhan kuota internet untuk
pembelajaran online, sehingga diperlukan media pembelajaran online yang dapat
menjangkau semua kalangan masyarakat.
Melalui latar belakang di atas, maka peneliti melakukan penelitian yang
bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran asynchronous dan engagement
learning terhadap minat anak-anak mengikuti Sekolah Minggu di GSJA (Gereja
Sidang Jemaat Allah) Jatim 1 dan GMS (Gereja Mawar Sharon) Surabaya Tahun
2021. Pembelajaran asynchronous memungkinkan anak-anak Sekolah Minggu di
semua daerah dapat menerima pendidikan tanpa dibebani oleh biaya kuota yang
sangat besar dan kecepatan internet. Engagement learning memungkinkan anak�anak Sekolah Minggu untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran meskipun
tidak terjadi tatap muka. Melalui pembelajaran asynchronous dan engagement
learning memungkinkan anak-anak tetap memiliki minat untuk Sekolah Minggu.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang menggunakan metode ex�post-facto dengan jumlah sampel 52 anak Sekolah Minggu kelas madya di GSJA
Jatim 1 dan GMS Surabaya tahun 2021. Pembelajaran asynchronous dan
engagement learning sebagai variabel bebas dan minat anak-anak sebagai variabel
terikat. Hipotesis penelitian diuji menggunakan uji regresi dengan program SPSS
26.00 for windows.
viii
Berdasarkan hasil uji regresi linear berganda diketahui bahwa nilai R Square
0.700 dengan tingkat signifikansi 0.000 < 0,05, sehingga artinya pembelajaran
asynchronous dan engagement learning secara bersama-sama berpengaruh secara
sangat signifikan terhadap minat anak-anak yang mengikuti Sekolah Minggu di
GSJA Jatim 1 dan GMS Surabaya tahun 2021. Besarnya pengaruh pembelajaran
asynchronous dan engagement learning terhadap minat anak-anak mengikuti
Sekolah Minggu di GSJA Jatim 1 dan GMS Surabaya tahun 2021 adalah sebesar
70%.
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka pembelajaran asynchronous dan
engagement learning sangat disarankan untuk diterapkan dalam Sekolah Minggu,
khususnya saat pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan seperti pada masa
pandemic Covid-19 saat ini. Selain itu, sangat direkomendasikan untuk melakukan
penelitian lanjutan menggunakan metode eksperimen.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: L Education > L Education (General)
Depositing User: Stevanus Kurniajaya
Date Deposited: 08 Sep 2021 12:46
Last Modified: 08 Sep 2021 12:50
URI: https://repository.stipakdh.ac.id/id/eprint/20

Actions (login required)

View Item
View Item